Unit

News



PUSHIDROSAL TNI-AL MULAI MELIRIK TEKNOLOGI SATELIT LAPAN UNTUK MEMETAKAN KEDALAMAN LAUT
News Writter : • Photographers : • 11 Nov 2016 • Read : 1159 x ,

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan ribuan pulau dan garis pantai yang panjang. Sebagai negara maritim sudah selayaknya memperhatikan infrastruktur aktifitas pelayaran. Salah satu informasi yang diperlukan adalah informasi kedalaman laut (batimetri) untuk keselamatan pelayaran. Peta Laut dan Navigasi menjadi tanggung jawab Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (PUSHIDROSAL) TNI AL, dan karena wilayah laut yang luas dan garis pantai yang panjang, tugas ini menjadi tugas yang berat dan membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Oleh karena itu perlu adanya teknologi terkini yang bisa membantu memetakan batimetri Wilayah Indonesia dengan cepat dan akurat.

Salah satu teknologi dari penginderaan jauh yang bisa digunakan adalah pengukuran batimetri menggunakan data satelit atau yang biasa disebut Satellite-derived Bathymetry (SDB). Gelombang elektromagnetik yang digunakan di sensor penginderaan jauh pada panjang gelombang sinar tampak mampu menembus ke dalam kolom air yang kemudian dipantulkan kembali oleh dasar perairan ke sensor. Selama perjalanan menembus kolom air ini terjadi pelemahan energi. Pelemahan energi inilah yang memberikan informasi berapa kedalaman air yang dilewati oleh gelombang elektrmagnetik.

Teknologi SDB telah lama berkembang tetapi belum digunakan secara operasional, baru hanya sebatas penelitian. Tetapi akhir-akhir ini IHO telah merekomendasikan penggunaan SDB untuk sumber informasi dari Peta Laut dan Navigasi tetapi dengan syarat diinformasikan dalam peta bahwa informasi kedalaman laut berasal dari satelit. Salah satu produk SDB yang sudah memenuhi syarat IHO adalah produk SDB EOMAP Jerman. Untuk mendukung kelancaran tugas dalam pemetaan batimetri, PUSHIDROSAL menggandeng LAPAN untuk bekerjasama mengembangkan pemanfaatan data satelit untuk SDB. LAPAN menyediakan data dan tenaga ahli sementara PUSHIDROSAL memberikan informasi data lapangan dan SDM dalam pengolahan. Sebagai tahap awal dilakukan Pelatihan dan Cek Lapangan (Field Ceck) Pemenfaatan Data Multispektral untuk Batimetri. 10 Anggota PUSHIDROSAL belajar bersama selama 5 hari di Pusfatja LAPAN untuk melakukan pengolahan Data SPOT 6/7. Dengan data lapangan yang disediakan maka Peneliti LAPAN dapat mempelajari akurasi informasi yang diekstrak dari data multispektral. Setelah mendapatkan hasil, hasil pengolahan akan diverifikasi di lapangan dengan melakukan pengukuran di lokasi pengamatan yaitu Teluk Sabang Aceh dan Teluk Halong Ambon. Pada akhir kegiatan ini akan dilakukan workshop paparan mengenai hasil kegiatan ini.

Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710 Telp. (021) 8710065 Fax. (021) 8722733



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL